KPU Kabupaten Kudus dan IAIN Kudus Adakan Presentasi Proposal Penelitian Pemetaan Golput pada Pilkada Kudus 2024
Kudus, 10 Februari 2024 – KPU Kabupaten Kudus menggelar presentasi proposal penelitian yang merupakan bagian dari kerjasama dengan IAIN Kudus, yang bertujuan untuk memetakan tipologi golput pada Pilkada Kudus 2024. Acara yang diadakan di ruang pertemuan KPU Kabupaten Kudus ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kedua lembaga.
Presentasi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fenomena golput (golongan putih) dalam pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung di Kudus pada tahun 2024. Komisioner KPU Kabupaten Kudus membuka acara dengan menyampaikan pentingnya penelitian ini untuk memahami lebih baik perilaku pemilih, khususnya mereka yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.
Dalam sambutannya, Komisioner KPU menyatakan bahwa penelitian ini sangat relevan mengingat tingginya angka golput pada Pilkada sebelumnya dan bagaimana hal tersebut bisa memengaruhi legitimasi hasil pemilu. “Kami berharap penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang alasan di balik golput serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Kudus.
Rektor IAIN Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., selaku pemimpin tim penelitian, juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya penelitian ini dalam konteks pendidikan politik masyarakat. Ia menekankan bahwa tipologi golput adalah fenomena yang perlu dianalisis dengan seksama agar bisa ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan partisipasi politik di Kabupaten Kudus. "Dengan memetakan golput, kami berharap bisa menemukan penyebabnya dan merumuskan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut," kata Prof. Kasdi.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Dr. Hj. Siti Malaiha Dewi, S.Sos., M.Si., menjelaskan lebih lanjut mengenai tujuan dan fokus penelitian. Penelitian ini akan memetakan berbagai tipe golput berdasarkan demografi dan faktor sosial lainnya. “Penelitian ini akan menggali alasan-alasan di balik golput, baik yang bersifat psikologis, sosial, maupun politik, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada Kudus 2024,” ujarnya.
Ketua Program Studi Pemikiran Politik Islam, Riza Zahriyal Falah, M.Pd.I., turut menjelaskan bahwa kajian mengenai golput merupakan bagian penting dari penelitian politik yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pemilu. “Golput bukan hanya sekedar ketidakpedulian terhadap pemilu, tetapi bisa jadi ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya. Kami berharap penelitian ini dapat menggali berbagai dimensi dari fenomena golput,” kata Riza.
Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Sekretaris Program Studi Pemikiran Politik Islam, M. Nur Rofiq Addiansyah, M.A., dan Dosen Prodi PPI, M. Hasan Syamsuddin, M.I.P. Diskusi berjalan cukup intens, dengan beberapa pertanyaan mengenai metode penelitian dan bagaimana hasilnya dapat diterapkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada Kudus.
M. Hasan Syamsuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan solusi terhadap fenomena golput. “Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang konkret untuk KPU Kabupaten Kudus dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih dan mengurangi angka golput,” tuturnya.
Kerjasama antara KPU Kabupaten Kudus dan IAIN Kudus dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam menciptakan pemilu yang lebih partisipatif dan mengurangi angka golput, sekaligus memberikan solusi bagi tantangan politik yang dihadapi oleh masyarakat Kudus. Adapun tim penelitian terdiri dari Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi., Lc., M.Si., Dr. Hj. Siti Malaiha Dewi, S.Sos., M.Si., Riza Zahriyal Falah, M.Pd.I., M. Nur Rofiq Addiansyah, M.A., dan M. Hasan Syamsuddin, M.I.P.