Mengasah Wawasan Politik Mahasiswa, Prodi PPI selenggarakan Visiting Lecturer

Blog Single

Kudus, 19 Mei 2025 – Program Studi Pemikiran Politik Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer yang berlangsung di Aula Multimedia Laboratorium lantai 3. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program akademik yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendekatkan teori dengan praktik nyata di bidang politik dan pemberdayaan masyarakat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi antara idealisme dan pragmatisme dalam peran intelektual di tengah dinamika politik nasional. “Sebagai institusi pendidikan yang berperan dalam mencetak generasi pemimpin masa depan, IAIN Kudus berkomitmen untuk mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti Visiting Lecturer ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan wawasan kritis dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan politik yang kompleks.

Narasumber utama pada kegiatan ini adalah Dr. Achmad Maulani, M.Si, Staf Khusus Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia sekaligus dosen Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim Semarang. Dalam paparannya yang bertemakan “Politik dan Peran Intelektual Indonesia antara Idealisme dan Pragmatisme,” Dr. Maulani menguraikan tantangan yang dihadapi intelektual dalam menyeimbangkan antara nilai-nilai idealisme dengan kebutuhan pragmatis dalam politik praktis. Ia menegaskan bahwa intelektual harus mampu menjembatani teori dengan praktik, serta berperan aktif dalam proses politik untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, Dr. Maulani menyampaikan,
“Peran intelektual saat ini semakin penting, terutama di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Intelectual harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pemikiran kritis sekaligus solusi pragmatis yang aplikatif. Keseimbangan ini sangat diperlukan agar gagasan-gagasan idealis tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga mampu diimplementasikan dengan efektif dalam konteks politik Indonesia yang dinamis.”

Acara ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam dari berbagai angkatan yakni semester 2, 4, dan 6. Antusiasme mahasiswa tampak jelas melalui pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari isu politik identitas, peran media sosial dalam memengaruhi opini publik, hingga tantangan intelektual muda dalam berpolitik di era digital. Diskusi yang berlangsung interaktif ini menjadi salah satu momen penting yang menguatkan pemahaman dan daya kritis mahasiswa.

Kegiatan Visiting Lecturer ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan akademik, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan politik dan sosial secara konstruktif. Hal ini sejalan dengan visi IAIN Kudus untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki integritas moral dan semangat kebangsaan.

Dengan keberhasilan acara ini, Program Studi Pemikiran Politik Islam berkomitmen untuk terus menghadirkan narasumber-narasumber kompeten yang dapat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karakter mahasiswa. Kegiatan seperti ini juga menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik di lapangan, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi tantangan masa depan.

Share this Post1:

Galeri Photo